Lildah jerapah panjangnya sekitar 50 cmPanjang banget kan?! Bandingin sama punya mu. Duh jangan melet-melet gitu dong. Itu berguna untuk menggaet daun muda di pohon. kalau pendek sih harus pake tangan?
Wednesday, May 8, 2013
Sebuah Harapan Kosong
Semua kejadian yang menimpamu itu ada hikmahnya.

Aku memang bukan orang hebat. Hanya seorang biasa yang belum bisa apa-apa. Buktinya aku belum punya prestasi akademik yang bagus.
Sebenarnya hari-hari ini aku lagi nggak enak, gara-gara ada dua kejadian yang menimpa.
Pertama, aku tidak masuk 105 besar OSN Jateng. Sebenarnya aku biasa aja, tapi aku nggak enak udah ngecewain guruku, dan teman-temanku yang notabenenya banyak yang lebih dariku. Ini juga baik kok, coz aku lagi M2Net lagi ikut banyak lomba. kebetulan aku jadi PJ Majalah. Kenapa aku masih nggak bisa nerimanya ya, apa gara-gara temenku ada yang masuk? Ah, ikiri.
Kedua, aku nggak diikutin juguran Blogger ASEAN, kursi udah abis untuk Sandal Selen. Padahal pengen banget sekalian praktik bahasa Inggrisku yang sebentar lagi mau di pake buat PKL. Aku ambil positifnya lagi, mungkin aku harus ngerjain yang lebih penting di luar kumpul sama blogger luar negeri. Tapi ini keinginanku dari dulu, ingin ikut itu...
Ah jadi tambah galau.. Keep spirit emang susah ya..

Aku memang bukan orang hebat. Hanya seorang biasa yang belum bisa apa-apa. Buktinya aku belum punya prestasi akademik yang bagus.
Sebenarnya hari-hari ini aku lagi nggak enak, gara-gara ada dua kejadian yang menimpa.
Pertama, aku tidak masuk 105 besar OSN Jateng. Sebenarnya aku biasa aja, tapi aku nggak enak udah ngecewain guruku, dan teman-temanku yang notabenenya banyak yang lebih dariku. Ini juga baik kok, coz aku lagi M2Net lagi ikut banyak lomba. kebetulan aku jadi PJ Majalah. Kenapa aku masih nggak bisa nerimanya ya, apa gara-gara temenku ada yang masuk? Ah, ikiri.
Kedua, aku nggak diikutin juguran Blogger ASEAN, kursi udah abis untuk Sandal Selen. Padahal pengen banget sekalian praktik bahasa Inggrisku yang sebentar lagi mau di pake buat PKL. Aku ambil positifnya lagi, mungkin aku harus ngerjain yang lebih penting di luar kumpul sama blogger luar negeri. Tapi ini keinginanku dari dulu, ingin ikut itu...
Ah jadi tambah galau.. Keep spirit emang susah ya..
Tuesday, May 7, 2013
Fakta Nyamuk
Nyamuk lebih suka anak-anak daripada orang dewasa.

Tak heran, karena dari pasien DBD kebanyakan adalah anak-anak. Tapi kenapa mesti anak-anak yang nggak berdosa korbannya? Apa karena kepolosannya, contoh, "dek minta permennya dong?" pasti dikasih. Apa karena kulitnya yang masih tipis dan unyu. Dasar nyamuk PEDO..!!

Tak heran, karena dari pasien DBD kebanyakan adalah anak-anak. Tapi kenapa mesti anak-anak yang nggak berdosa korbannya? Apa karena kepolosannya, contoh, "dek minta permennya dong?" pasti dikasih. Apa karena kulitnya yang masih tipis dan unyu. Dasar nyamuk PEDO..!!
Semester vs Lomba
Seringkali kita menghadapi cobaan yang tak sedap. Baunya bahkan kayak bubuk mesiu. tapi masalah itu akan selesai sedikit demi sedikit. Berhasil atau gagal semua akan ada artinya kelak.
Minggu depan adalah penentuan bagiku, antara naik kelas, tinggal kelas, atau naik ke kelas tapi beda kelas. Minggu yang akan di penuhi dengan ribuan rumus eksakta(hiperbolis nggak sih?). Meski begitu, aku optimis bakal bisa melewatinya dengan selamat, sentosa, adil, makmur, dan berkedaulatan pancasila. tapi aku tetep harus belajar. mempertahankan prestasi gan(kalo bisa sih ningkatin).
Tantangan mulai datang saat banyak event datang, mulai dari LKTI internal antar sekolah di yayasan, n lomba-lomba di Ancol yang imut-imut, eh maksudku lomba jurnalistik. Banyak sih lombanya, mulai dari lomba web sekolah(wajib ikut), mading, majalah sekolah, dan buletin. Aku nanggung jawabin majalah sekolah, jadi PJ bukanlah hal yang mudah. kita harus nyari ini, itu, ita, ati, dan kawan-kawannya. Beruntunglah kelompok jurnalisku punya pembina yang keren-keren. Dari mana-mana ada. pokoknya pilihannya menang atau menang.
Semoga bisa menang n' semesternya lancar. Amin.
Minggu depan adalah penentuan bagiku, antara naik kelas, tinggal kelas, atau naik ke kelas tapi beda kelas. Minggu yang akan di penuhi dengan ribuan rumus eksakta(hiperbolis nggak sih?). Meski begitu, aku optimis bakal bisa melewatinya dengan selamat, sentosa, adil, makmur, dan berkedaulatan pancasila. tapi aku tetep harus belajar. mempertahankan prestasi gan(kalo bisa sih ningkatin).
Tantangan mulai datang saat banyak event datang, mulai dari LKTI internal antar sekolah di yayasan, n lomba-lomba di Ancol yang imut-imut, eh maksudku lomba jurnalistik. Banyak sih lombanya, mulai dari lomba web sekolah(wajib ikut), mading, majalah sekolah, dan buletin. Aku nanggung jawabin majalah sekolah, jadi PJ bukanlah hal yang mudah. kita harus nyari ini, itu, ita, ati, dan kawan-kawannya. Beruntunglah kelompok jurnalisku punya pembina yang keren-keren. Dari mana-mana ada. pokoknya pilihannya menang atau menang.
Semoga bisa menang n' semesternya lancar. Amin.
Friday, April 5, 2013
Tuesday, March 26, 2013
Friday, March 22, 2013
Friday, March 8, 2013
Pengen Punya Penolong Di Surga nanti??
Pertama didasarkan pada "Anak kecil (belum baligh) yang mati akan menolong orang tuanya kelak di akhirat nanti..
Aku jadi kepikiran bagaimana caranya kalo ada orang yang pengen mendapatkannya.. tapi tanpa membunuh, meracuni, apalagi memancung sang anak..
Dalam dunia Biologi, Penggolongan darah secara Rhesus bisa jadi solusi, Coz??
karena orang yang menikah dengan beda Rh akan kehilangan (keguguran) anak kedua. Lho kok bisa?
karena antibodi si ibu akan melawan janin yang masuk ke rahim. Anak yang pertama belum dilawan coz belum dibentuk antibodi.
So, anak kedua bisa menolong ntar di akhirat. hhe
Ini unek-unek gilanya aku..
Aku jadi kepikiran bagaimana caranya kalo ada orang yang pengen mendapatkannya.. tapi tanpa membunuh, meracuni, apalagi memancung sang anak..
Dalam dunia Biologi, Penggolongan darah secara Rhesus bisa jadi solusi, Coz??
karena orang yang menikah dengan beda Rh akan kehilangan (keguguran) anak kedua. Lho kok bisa?
karena antibodi si ibu akan melawan janin yang masuk ke rahim. Anak yang pertama belum dilawan coz belum dibentuk antibodi.
So, anak kedua bisa menolong ntar di akhirat. hhe
Ini unek-unek gilanya aku..
Wednesday, January 16, 2013
Takut Bahasa Inggris, Baca ini !
Genderang perang era globalisasi sudah lama ditabuh. Sekat antar negara sudah dicabut. Komunikasi antar bangsa bagai langsung bertatap muka. Rumus kecepatan v = s:t udah bagai v=1:t. Hanya butuh hitungan detik sebuah informasi menyebar ke seluruh dunia. Semua orang terlibat, dari kalangan elit sampai orang alit, dari orang jongos sampai bos.
Pengen jadi orang yang mengglobal kan ?
Nah, makanya kita harus belajar n mengamalkan Bahasa Inggris. Coz bahasa yang satu ini adalah bahasa internasional yang paling banyak di mengerti oleh dunia.
“You can if you think you can.” Bahasa Inggris itu mudah harus tertanam, dan terukir rapih di otak. Kalau pengen sukses ya kudu siap menghadapi masalah. Coba renungkan, pasti masalah berbahasa Inggris kita tidak lepas dari :
- Kurang Vocab
Orang Inggris menghafal vocab? Listen up guys. Mendengarkan adalah cara yang efektif untuk menambah bank vocab di otak kita. Karena mendengarkan itu sangat penting seperti sebuah kata bijak “Orang tuli biasanya bisu.” Saya sendiri mendapat vocab dari main game. Bonusnya ada cara pengucapannya langsung. Lagu juga bisa jadi alternatif lain kalau tidak suka baca. Tapi habis itu cari artinya dikamus, jangan Cuma dengerin.
- Takut salah
Alasannya kalau salah, malu. Ya apa ya? Kita kan pelajar (orang yang sedang belajar), namanya juga belajar, tentu tidak bisa lepas dari salah. Kalau sudah benar semua, ngapain belajar? Langsung aja jadi guru. So, speak up, jangan takut salah teman.
- Kurang PD
“Sok banget sih pake bahasa inggris.” Itu salah atu dari ribuan kata yang membuat mental kita, semangat kita DOWN, remuk berkeping-keping menjadi lembek dan menguap. Tapi lihat, kalu kita sudah bicara dengan bule, baru bengong tuh orang. So, jangan minder yah.
- Pronoun jelek
Fakta berbicara bahwa orang Indonesia itu fasih-fasih dalam berbahasa apapun. Di Jogja tukang becak aja pake bahasa Inggris, fasih pula. Rahasiamnya, listening up n practice. Jangan pernah menyerahuntuk belajar.
Sekarang sudah tahu masalah dan solusinya. Tinggal prakteknya. Semangat teman. Be smart, be global person.
Saturday, January 12, 2013
Bukan Secercah Harapan Lagi, Tapi Harapan Setinggi Langit
Dunia memang tempatnya masalah. Dari masalah yang segede
debu, sampai yang sekecil Jupiter. Dari masalah yang kita buat sendiri, sampai
kita bertanya apakah masalah yang membuat kita. Semua itu tidak lebih hanyalah
sebuah pendidikan untuk kita yang tidak bisa di dapat di universitas sekaliber
Harvard sekalipun. Belajar dari masalah lebih berarti daripada belajar dari
teori. Seperti sebuah kata yang pernah tergores di kelasku “Untuk tidak
melakukan kesalahan, kita perlu pengalaman, untuk mendapat pengalaman, kita
perlu melakukan beberapa kesalahan.” Begitulah cara kerja masalah.
Seharusnya
di dunia ini tidak ada orang menyerah ataupun putus asa. Kenapa tho? Coba kita
studi banding ke lingkungan sekitar. Perhatikan pohon kecil di pinggir jalan.
Sendirian, tumbih dengan penuh kecemasan akan terlindas roda kendaraan. Bisa
kapan saja tumbang oleh angin, air banjir, atau terinjak sendal jepit
orang-orang yang berlalu lalang. Dengan
segala resiko hidup-matinya, pohon kecil itu tetap hidup dengan tenang dan
tidak mengeluh. Dia berserah diri sepenuhnya kepada Sang Kholiq akan
kelangsungan hidupnya. Kitasebagai manusia seharusnya bisa lebih berani
menjalani kehidupan yang penuh lika-liku ini, tidak putus asa, pasalnya,
manusia di beri kemampuan lebih oleh Allah, sangat lebih dibanding pohon mungil
di tepi jalan tadi. Bayangkan jika kita hidup sebagai pohon kecil itu. Tidak
ada gunanya menangis, menyesal, dia harus menjalani hidupnya melawan segudang
resiko kematiannya.
Bila
pohon yang kemampuannya sangatlah terbatas bisa menjalani kehidupannya, apalagi
manusia makhluk yang paling sempurna? Hanya orang bodoh yang merasa tidak mampu
menghadapi masalah. Allah menguji seseorang sesuai kadar kemampuannya. Bila
tidak mampu, berarti orang itu tidak lulus dari ujian Allah.
Jadi
anggapan bahwa “Aku tidak mampu melakukan itu,” salah besar. Karena harapan itu
selalu ada, harapan untuk BISA dan BISA.
Monday, January 7, 2013
Tips Jaga Sendal, Santri Yang Punya Sandal Wajib Baca !
Kebiasaan sendal hilang dipondok? Tenang, nggak usah khawatir, kabarnya di 2013 uang
seribu rupiah akan menjadi satu rupiah. So, menabunglah untuk sekedar membeli
sendal jepit yang murah untuk persediaan .
Sudah
berapa tips yang anda coba? Puluhan, ratusan, atau bahkan tidak pernah? Mungkin
karena di pesantren sudah seperti keluarga (apa sok keluarga?), terlalu dekat
sampai-sampai semua barang “satu untuk semua, semua untuk satu”. Terlebih di
pesantren yang santrinya ribuan seperti pesantren tercintaku ini.
Frustasi
terkadang dan pasti muncul ketika sendal yang baru dibeli beberapa jam yang lalu HILANG yanpa jejak. Akibatnya, si korban
mencuri sendal lain sebagai pelampiasan, korban kedua juga demikian sampai
akhirnya terbentuklan “Rantai Pencurian Sendal Abadi.”
Berbagai
cara pun dilakukan hanya untuk mengamankan sepasang sendal agar tidak hilang.
Dari mulai menyiksa sendal dengan benda tajam sampai tidak berbentuk sampai
menggembok sendalyang sejatinya harga gemboknya bagai langit dan bumi dengan
sendalnya.
Disini
penulis terilhami dari anak-anak MAK di pondok tercintaku. Ini termasuk tips
jitu untuk mengamankan sendal sendiri, teman, dan kiainya sekalian.
Ini dia
teknisnya :
Pertama,
sediakan tempat yang bisa menampung minimal 10 pasang sendal. Tempat sangatlah
berperan untuk hilangnya sendal. Oleh karena itu kita butuh tempat yang luas
dan mudah dilihat. Tempat parkir sendal biasa lebih baik tuh. Jangan khawatir
hilang, INGAT, Allah menuruti prasangka kita teman, hilang, ya hilang.
Kedua,
carilah beberapa orang yang berhati malaikat, yang rela berkorban demi orang
lain (anggap aja jihad). Orang-orang inilah yang akan menjadi scurity sendal.
Jangan pikirkan gaji, Allah maha kaya lagi maha pengasih.
Ketiga,
Buatlah jadwal jaga. Tiap waktu jaga 2 orang mengawasi sebelum dan ketika
kegiatan berlangsung (kalo ngaji tetep ngaji yah, jangan ditinggal). Setelah
selesai kegiatan (ex. Shalat jama’ah), 2 orang lain menggantikanyang 2 tadi.
Kasihan belum shalat.
Begitulah
caranya. Eits kelupaan, yang boleh naruh sendal hanya “Sendal Sepasang”, sendal
selen terpaksa diamankan untuk menghindari rantai pencurian sendal
bereinkarnasi. Jangan lupa sendal-sendalnya ditata rapi untuk mempermudah
pengambilan.
Buat
penjaga, bawalah pentungan dan pasng muka tegas tingkat jendral untuk
menghindari pencuri suci. Kalau perlu, jaga sambil teriak-teriak “Mas yang
nggak punya sendal jangan maling!”
Sekian
tips aman “Sendal Parking” dari Atah. Selamat mencoba.. ^_^
Note : Tips ini berlaku bagi anda yang memakai sendal, yang lepek atau makai sepatu beda lagi.
Saturday, January 5, 2013
Kreatif ?!
Gara-gara osis sekolahku ngadain pensi(pentas seni), hari ini aku ingin berbicara tentang kreatifitas.
Kreatif itu penting, untuk mewarnai hitam-putih hidup kita. Terlebih lagi bagi kaum pencari ilmu. Sampai- sampai si jenius Enstein berhipotesis “Imagination is better than knowledge”. ‘Cause what? Karena pengetahuan itu terbatas, sedang imajinasi tak ada batasan baginya, n’ pengetahuan banyak yang terlahi dari ibu yang bernama IMAGINATION.
Kembali ke bahasan kita. Dari berslide-slide seni rupa yang di pentaskan, dapat diambil kesimpulan versi penulis bahwa ‘Anak putra cenderung nglawak dalam pentasnya, sedangkan putri cenderung ke cerita yang dramatis.” Dari tahun-tahun sebelumnya juga tidak jauh-jauh dari tema itu. Mengapa bisa terjadi?
Mari kita kembali ke masa TK. Sebagian besar Ibu guru kita tidak sadar telah membunuh kreatifitas muridnya yang masih polos dan unyu-unyu. Gambar gunung harus digambar berjejer (gunung kembar) dengan matahari diatasnya dan hamparan sawah yang mengapit sungai atau jalan dibawahnya. Saat menggambar daun, beliau menyuruh dengan warna hijau. Padahal daun banyak warnanya.
Tapi itu semua itu ada positifnya lho. Anak jadi bisa berpikir logis dan anak terdidik untuk menaati peraturan baik dari guru ataupun orang tuanya. Hasilnya, ya kita sekarang ini.
Kalau terlalu dibebaskan, anak akan menjadi susah diatur. Karena mereka beranggapan bahwa gurunya telah menganggapnya benar. Kesinambungan asumsi tersebut yang akan terpahat rapih di otak anak.
So, kreatif itu terbentuk dari pribadi n’ edukasi tiap individu suatu bangsa. Dari sel kreatif membentuk jaringan kreatif, organ kreatif, sistem organ kreatif, individu kreatif, seterusnya sampai terbentuk bangsa yang kreatif.
Subscribe to:
Posts (Atom)



